Kumpulan Aplikasi Dan Game Terbaik

Senin, 07 Maret 2016

PANDUAN LENGKAP IBADAH GERHANA

http://www.sigabah.com/beta/wp-content/uploads/2016/03/6-maret-2106-Gerhana-750x315.jpg
Sebagaimana telah dimaklumi bahwa saat terjadi peristiwa gerhana, baik matahari maupun bulan, umat Islam disyariatkan untuk menyambutnya dengan pelaksanaan ibadah, meliputi: (1) berdoa kepada Allah dan beristigfar, (2) bertakbir, (3) Salat gerhana sebanyak 2 rakaat. Keistimewaan shalat gerhana karena pada setiap rakaat disyariatkan membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya sebanyak 2 kali, begitu pula dengan ruku. Jadi, dalam 2 rakaat itu terdapat 4 fatihah, 4 surat, 4 ruku, 4 I’tidal, dan 4 sujud, (4) Khutbah gerhana, dan (5) bersedekah.
Di sini perlu disampaikan catatan bahwa tertib urutan pelaksanaan bentuk-bentuk ibadah di atas, selain khutbah setelah shalat, bukanlah kemestian. Sebab hasil penelusuran terhadap hadis-hadis tentang itu menunjukkan urutan yang bervariasi. [1]
I. Bertakbir
Berkenaan dengan takbir gerhana kita mendapatkan petunjuk dari sejumlah riwayat yang menjelaskan perintah takbir pada saat kejadian itu semuanya menggunakan kalimat yang sama: Kabbiruu (bertakbirlah). Adapun redaksi Takbir gerhana dan teknis pelaksanaanya sama dengan takbir iedul fitri dan iedul adha. Penjelasan lengkap baca di sini.
II. Berdoa dan Istigfar
Berkenaan dengan berdoa ketika terjadi gerhana kita mendapatkan petunjuk dari sejumlah riwayat yang menjelaskan perintah berdoa pada saat kejadian itu menggunakan kalimat yang tidak sama. [2] Intinya kita diperintahkan untuk berdoa, berdzikir, dan beristigfar. Ketika berdoa disyariatkan sambil mengangkat tangan. [3]
III.Shalat Gerhana
3.1. Ketentuan Shalat Gerhana

  • Waktu melakukan shalat gerhana adalah selama terjadinya gerhana, apabila gerhana telah selesai sedang shalatnya belum selesai maka hendaklah shalatnya dipendekkan dan tetap disempurnakan, namun tidak lagi dipanjangkan. Apabila shalat selesai namun gerhana belum selesai maka tidak disyari’atkan untuk mengulang shalatnya, tapi memperbanyak dzikir dan do’a sampai gerhana selesai. [4]
  • Disyari’atkan untuk melakukannya secara berjama’ah di masjid, namun dibolehkan untuk melakukannya di tempat selain masjid, namun tetap dengan berjamaah. [5]
  • Disunnahkan menyeru manusia untuk shalat dengan ucapan: “Ash-Shalaatu Jaami’ah.” Tidak ada adzan dan iqomah untuk shalat gerhana selain seruan tersebut, dan boleh diserukan berulang-ulang. [6]
3.2. Tatacara Shalat
Adapun tatacara pelaksanaan shalat itu dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut
  • Berniat dalam hati untuk shalat gerhana karena Allah ta’ala
  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah dan ta’awwudz secara pelan (sir).
  • Membaca Al-Fatihah dan surat lain secara keras, dan hendaklah memanjangkan bacaan, yaitu memilih surat yang panjang.
  • Bertakbir lalu ruku’ dan memanjangkan ruku’, yaitu membaca bacaan ruku’ dengan mengulang-ngulangnya.
  • Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu,” dengan posisi tangan menjulur (irsal) tidak langsung sedekap.
  • Setelah itu tidak turun sujud, namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang, akan tetapi lebih pendek dari yang pertama, dengan posisi tangan bersedekap.
  • Bertakbir lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama.
  • Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.” Dan hendaklah memanjangkan berdiri I’tidal ini
  • Bertakbir lalu sujud dengan sujud yang panjang, yaitu dengan mengulang-ngulang bacaan sujud dan berdoa.
  • Kemudian bangkit untuk duduk di antara dua sujud seraya bertakbir, lalu duduk iftirasy dan hendaklah memanjangkan duduknya.
  • Kemudian sujud kembali seraya bertakbir dan hendaklah memanjangkan sujud, namun lebih pendek dari sujud sebelumnya.
  • Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir, setelah berdiri untuk rakaat kedua maka lakukanlah seperti pada raka’at yang pertama, namun lebih pendek dari raka’at yang pertama
  • Kemudian duduk tasyahhud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.
IV. Khutbah dan Anjuran menyimaknya
Setelah itu disunnahkan bagi imam berkhutbah kepada jamaah untuk mengingatkan mereka bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah untuk mempertakuti hamba-hamba-Nya dan agar mereka memperbanyak dzikir dan sedekah. Baca khutbah Nabi selengkapnya di sini
V. Bershadaqah
Berkenaan dengan shadaqah gerhana kita mendapatkan petunjuk dari sejumlah riwayat yang menjelaskan perintah bershadaqah pada saat kejadian itu semuanya menggunakan kalimat yang sama: watashadduu (bershadaqahlah), tanpa penjelasan tanpa batasan mustahiq atau dikhususkan pada fakir dan miskin. Jadi, distribusi atau penyaluran shadaqah gerhana tidak dibatasi untuk mustahiq tertentu dan diusahakan pelaksanaanya selama waktu gerhana berlangsung atau tidak lama setelahnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : PANDUAN LENGKAP IBADAH GERHANA

0 komentar:

Posting Komentar